Sabtu, 24 November 2018

Renang gaya dada

Pengertian Renang Gaya Dada

Renang gaya dada (breast stroke) atau sering disebut gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan di buka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Gaya dada yang dilakukan secara benar memerlukan teknik pernapasan yang teratur dengan wajah terbenam pada saat meluncur.


Teknik Renang Gaya Dada

Teknik renang gaya dada adalah teknik yang digunakan dalam renang gaya dada agar bisa renang dengan gaya dada secara baik dan benar.

1.  Latihan Gerakan Meluncur
Gerakan meluncur adalah teknik yang perlu dikuasai oleh seorang perenang. Langkah pertama inilah yang merupakan langkah penting untuk diketahui dan dikuasai sebab meluncur bisa menghilngkan rasa takut pada saat berada di dalam air, selain itu bisa untuk menyesuaikan suhu dan bisa menghilangkan resiko dari terjadinya cidera.

Berikut ini adalah cara meluncur renang gaya dada:
  • Berdirilah di pinggir kolam dengan menggunakan salah satu kaki menempel di dinding kolam.
  • Badan posisinya dibungkukkan sehingga kelihatan sejajar dengan permukaan air, kemudian kedua belah tangan diluruskan dan mengapit telinga.
  • Kaki ditolakan dengan dinding dengan kuat, kemudian badan akan meluncur ke depan.
  • Kedua lengan dan kaki lurus ke depan.
  • Badan posisinya berada di permukaan air (stream line) dengna tubuh lurus dan jaga keseimbangan.
Pengertian Renang Gaya Dada

2. Latihan Gerakan Kaki
Untuk latihan gerakan kaki renang gaya dadabisa anda perhatikan langkah-langkah berikut ini:
  • Posisi badan tengkurap atau terlungkup.
  • Berpegangan pada dinding kolam renang.
  • Kepala posisinya berada pada permukaan air dan kedua kaki dalam posisi yang lurus.
  • Kedua kaki ditarik ke samping kemudian kedua kaki diluruskan lagi, seperti kaki katak pada saat sedang berenang.
  • Ketika kedua kaki diluruskan buatlah lecutan ketika kaki ditutupkan.
  • Kedua kaki harus dalam keadaan rileks.
  • Lakukan seperti itu berulang kali hingga anda menguasainya dengan baik.

3. Latihan Gerakan Tangan
Latihan gerakan tangan renang gaya dada bisa anda lakukan dengan cara-cara berikut ini:
  • Kedua kaki diletakkan di dinding kolam.
  • Kedua tangan diluruskan dan posisi kepala keluar dari permukaan air.
  • Kedua tangan ditarik bersama-sama ke arah dada bawah sambil telapak tangan mengayuh air.
  • Pada latihan gerakan tangan ini juga bisa anda lakukan dengan bantuan papan peluncur.

4.  Latihan Mengambil Nafas
Latihan pernapasan renang gaya dada ini bisa anda lakukan ketika kedua tangan di tarik ke bagian samping, kemudian kepala diangkat ke atas sambil menghirup udara. Untuk mengeluarkannya bisa anda keluarkan secara perlahan di dalam air. 
Pengertian Renang Gaya Dada

Itulah penjelasan dari saya tentang apa yang dimaksud renang gaya dada, semoga bermanfaat.

Materi p3k

   PertolonganPertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada korban yang mendapatkan kecelakaan atau penyakit mendadak dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke tempat rujukan atau Rumah sakit. P3k yang dimaksud yaitu memberikan perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan pertama yang lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya.
P3k diberikan untuk menyelamatkan korban, meringankan penderitaan korban, mencegah cidera atau penyakit yang lebih parah, mempertahankan daya tahan korban, dan mencarikan pertolongan yang lebih lanjut.
Ada pun prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban serta beberapa peralatan yang diperlukan terhadap korban namun tidak semua ada, akan tetapi kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan.
A. Prinsip Dasar
Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat tersebut
diantaranya:
1. Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang
berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya.
2. Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Hindarkan sikap sok pahlawan. Pergunakanlah sumber daya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
3. Biasakan membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dan sebagainya. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.
B. Sistematika Pertolongan Pertama
Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :
1. Jangan Panik
Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.
2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.
4.Pendarahan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3 sampai 5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.
5. Perhatikan tanda-tanda shock.
Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.
6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.
7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.
Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.
Setiap pemberian pemberian pertolongan pada kecelakaan secara terinci tentu berbeda, tergantung pada jeniskecelakaan yang terjadi, jenis dan bentuk cidera serta situasi dan kondisi korban. Namun pada dasarnya pertolongan pertama pada kecelakaan harus dilakukan secara sistematis berdasar kepada DR CAB ,yaitu :
1) Danger (Bahaya)
Pastikan Keadaan Aman untuk Menolong
Sebelum menolong korban, sebaiknya anda memastikan bahwa lokasi benar-benar aman bagi anda sebagi penolong, orang-orang di sekitar lokasi kejadian, dan korban itu sendiri. Periksalah segala sesuatu yang dapat yang mengancam keselamatan. Gunakan pelindung diri yang ada, seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah faktor risiko infeksi menular. Jangan mengambil risiko untuk menjadi korban berikutnya.
2) Response (Respon)
Pastikan Kondisi Kesadaran Korban
Periksa kesadaran korban dengan cara memanggil namanya jika Anda kenal, atau bersuara yang agak keras di dekat telinga korban, jika tidak ada respon juga, tepuk pundak korban perlahan namun tegas, berikan rangsangan nyeri (misalnya mencubit bagian telinga korban). Jika korban masih tidak ada respon, segara panggil bantuan medis, dan lakukan tahap selanjutnya, karena anda masih mempunyai waktu untuk menunggu bantuan medis datang.
3) Compression (Tekanan pada Dada)

Setelah memastikan korban tidak memberi respon dan sudah memanggil bantuan medis, lakukan kompresi dada yang biasa di kenal RJP (Resusitasi Jantung Paru-paru) atau disebut CPR (Cardio Pulmonary Resutation). Melakukan RJP yang benar adalah dengan meletakkan korban pada permukaan datar dan keras. Adapun langkah-langkah dalam melakukan RJP pada korban dewasa adalah :
– Berlutut di samping korban.
– Tentukan posisi kompresi dada, dengan menemukan titik tengah pertemuan tulang iga dada korban.
– Setelah menemukan titik kompresi, tempatkan tumit tangan anda pada titik tersebut, dengan satu tangan lagi diatasnya.
– Posisikan tangan anda tegak lurus dan jaga agar tetap tegak lurus pada saat melakukan kompresi, dan lalu tekan dada korban.
– Berikan 30 kali kompresi dada, lakukan dengan cepat dan pertahankan kecepatannya.
– Berikan kompresi dengan kedalaman 2 inchi (5 cm).
4) Airway (Jalan Nafas)

Setelah melakukan 30 kompresi, buka jalan nafas korban dengan metode Head-tilt chin-lift. Tujuannya adalah untuk membuka jalan nafas korban yang tersumbat oleh lidah yang tertarik ke tenggorokan sehingga menutupi jalan nafas. Cara melakukan metodeHead-tilt chin-lift yaitu:
– Letakkan telapak tangan Anda di dahi korban dan letakkan jari-jari tangan Anda yang lain dibawah dagu korban.
– Kemudian tekan dahi ke bawah sambil angkat dagu keatas sehingga kepala korban mendongak keatas dan mulut korban terbuka.
5) Breathing (Bernafas)

Setelah jalan nafas terbuka,ju lanjutkan dengan pemberian 2 kali nafas bantuan dari mulut ke mulut. Perhatikan membusungnya dada korban untuk memastikan Volume tidal. Volume tidal adalah jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernafas, dimana volume tidal normal sesorang adalah 350-400ml. Adapun cara memberikan nafas bantuan sebagai berikut :
– Pastikan jalan nafas korban masih dalan posisi terbuka dengan metode Head-tilt chin-lift sebelumnya.
– Tekan hidung korban untuk memastikan tidak ada udara yang bocor melalui hidung, ambil nafas dengan normal lalu tempelkan mulut serapat mungkin pada mulut korban dan tiupkan nafas Anda melalui mulut.
Lakukan dengan perbandingan 30:2 yaitu 30 kompresi dada dan 2 kali napas bantuan, sampai ada respon dari korban atau sampai bantuan medis tiba. Perlu diketahui, bahwa otak tidak boleh kekurangan oksigen lebih dari 4 menit terutama saat diketahui jantung seseorang berhenti. Itu artinya Anda hanya punya waktu kurang dari 4 menit untuk melakukan RJP atau CPR pada korban.
Resusitasi jantung paru – paru (Cardio Pulmonary Resuscitation/CPR)
Ini adalah langkah – langkah penyelamatan jiwa seseorang dimana denyut jantung telah berhenti. CPR adalah kombinasi dari masase jantung dari luar dan resusitasi mulut ke mulut. Untuk melakukan CPR dengan seharusnya Anda sudah mengikuti latihan sehingga berkurang kemungkinan Anda melakukan kesalahan yang malah bertambah cedera pada penderita.
Adapun susunan prioritas pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan yaitu pada korban:
1. Henti napas.
2. Henti jantung.
3. Pendarahan berat.
4. Syok ketidak sadaran.
5. Pendarahan ringan.
6. Patah tulang atau cidera lain.
Tindakan penolong selama melakukan pertolongan pertama, harus di perhatikan pula:
1. Hindari memindahkan korban
Memindahkan korban adalah hal yang sangat berbahaya jika tidak menguasai dengan baik teknik cara memindahkan korban. Hal in dapat menebabkan hal yang serius bahkan menambah buruk kondisi korban, terutama pada kasus cidera tulang belakang.
2. Jangan pernah ragu
Lakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan penuh keyakinan dan tiada ragu secara cepat dan tepat, karena keraguan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan adalah mati.
3. Hubungi petugas yang berwenang
Menghubungi orang atau petugas yang menguasai dengan baik teknik pertolongan pertama sebaiknya dilakukan sebaik mungkin.
Adapun kasus-kasus kecelakaan atau gangguan dalam kegiatan alam terbuka berikut gejala dan penanganannya, yaitu sebagai berikut:
A. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.
gejalanya:
– Menguap berlebihan
– Tak respon (beberapa menit)
– Denyut nadi Perasaan limbung
– Pandangan berkunang-kunang
– Telinga berdenging
– Nafas tidak teratur
– Muka pucat
– Lemas
– Keringat dingin lambat
Penanganan:
– Baringkan korban dalam posisi terlentang
– Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
– Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
– Beri udara segar
– Periksa kemungkinan cedera lain
– Selimuti korban
– Korban diistirahatkan beberapa saat
– Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan
B. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
gejala dan tanda dehidrasi:
dehidrasi ringan:
– Defisit cairan 5% dari berat badan
– Penderita merasa haus
– Denyut nadi lebih dari 90x/menit
Dehidrasi sedang:
– Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
– Nadi lebih dari 90x/menit
– Nadi lemah
– Sangat haus
Dehidrasi berat:
– Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
– Hipotensi
– Mata cekung
– Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
– Kejang-kejang
Penanganan:
– Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
– mengganti elektrolit yang lemah
– Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
– Memberantas penyebabnya
– Rutinlah minum jangan tunggu haus.
C. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala:
– Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
– Terdengar suara nafas tambahan
– Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
– Irama nafas tidak teratur
– Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
– Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
Penanganan
– Tenangkan korban
– Bawa ketempat yang luas dan sejuk
– Posisikan ½ duduk
– Atur nafas
– Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
D. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
Gejala:
– Kepala terasa nyeri/berdenyut
– Kehilangan keseimbangan tubuh
– Lemas
Penanganan:
– Istirahatkan korban
– Beri minuman hangat
– beri obat bila perlu
– Tangani sesuai penyebab
E. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
Gejala:
– Perut terasa nyeri/mual
– Berkeringat dingin
– Lemas
Penanganan:
– Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
– Beri minuman hangat (teh/kopi)
– Jangan beri makan terlalu cepat
F. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
Gejala:
– Nyeri di dada
– Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
– Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
– Denyut nadi tak teraba/lemah
– Gangguan nafas
– Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
– Kepala terasa ringan
– Lemas
– Kulit berubah pucat/kebiruan
– Keringat berlebihan
Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.
Penanganan:
– Tenangkan korban
– Istirahatkan
– Posisi ½ duduk
– Buka jalan pernafasan dan atur nafas
– Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
– Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
– Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)
G. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
Gejala:
– Seolah-olah hilang kesadaran
– Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
– Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
Penanganan
– Tenangkan korban
– Pisahkan dari keramaian
– Letakkan di tempat yang tenang
– Awasi
H. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
Gejala:
– Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
– Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
– Kadang disertai pusing
Penanganan
– Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
– Tenangkan korban
– Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
– Diminta bernafas lewat mulut
– Bersihkan hidung luar dari darah
– Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
Inilah beberapa contoh kasus – kasus kecelakaan atau gangguan kegiatan dialam terbuka, dan masih banyak lagi contoh – contoh dan kasus – kasus lainnya dialam terbuka.
Adapun beberapa Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan yang digunakan terhadap Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, yaitu sebagai berikut:
1. Sarung tangan Lateks
2. Kacamata Pelindung
3. Masker Penolong
4. Masker Resusitasi
Pemakaian APD tidak sepenuhnya dapat melindungi penolong. Ada beberapa tindakan lain yang harus dilakukan sebagai tindakan pencegahan, yaitu:
1. Mencuci Tangan
2. Membersihkan Peralatan.
Peralatan Pertolongan Pertama
Adapun Peralatan Pertolongan Pertama lainnya adalah:
1. Penutup Luka
– Kasa Steril
– Bantalan Kasa
2. Pembalut, contoh:
– Pembalut Gulung / Pipa
– Pembalut Segitiga / Mitela
– Pembalut Tubuler / Tabung
– Pembalut Rekat / Plester
3. Cairan Antiseptik, contoh:
– Alkohol 70%
– Povidone iodine 10%
4. Cairan Pencuci Mata
– Boorwater
5. Peralatan Stabilisasi, contoh:
– Bidai
– Papan Spinal Panjang
– Papan Spinal Pendek
6. Gunting Pembalut
7. Pinset
8. Senter
9. Kapas
10. Selimut.
11. Kartu Korban
12. Alat Tulis
13. Oksigen
14. Tensimeter dan Stetoskop
15. Tandu
Semua Peralatan diatas kecuali yang berukuran besar, dapat dimasukkan ke dalam tas atau sejenisnya. Daftar peralatan di atas tidaklah harus selalu sama, dapat bervariasi tergantung dari kemampuan penolong dan juga ketersediaan peralatan tersebut.
Catatan : Sebagai Pelaku Pertolongan Pertama, kita harus mampu berimprovisasi mempergunakan bahan atau peralatan yang ada jika terjadi kekurangan atau ketiadaan peralatan tersebut, sehingga korban bisa ditolong dengan maksimal.

Jumat, 23 November 2018

Permainan bola kasti

     Kasti yang juga disebut dengan istilah gebokan masih termasuk dalam jenis olahraga bola di mana permainan olahraga ini dilakukan oleh 2 tim yang permainannya sepintas mirip seperti softball atau baseball. Bola tenislah yang digunakan dalam olahraga ini sebagai alat yang dipakai menembak lawan. Untuk mengenal lebih jauh tentang permainan bola kasti lengkap, berikut adalah ulasan teknik, peraturan hingga perlengkapan yang bisa diketahui.

Teknik Kasti

Seperti olahraga pada umumnya yang memiliki teknik, semacam teknik dasar permainan sepak bolateknik dasar permainan bola basket, atau teknik dasar permainan bulu tangkis, ada teknik untuk bola kasti sendiri. Berikut ini adalah ulasan yang bisa diperhatikan.
  1. Teknik Melempar Bola
Teknik Melempar Bola KastiBicara tentang teknik dasar, melempar bola adalah yang paling pertama untuk kita perlu tahu dan bahkan untuk dikuasai setiap pemain bola kasti. Teknik ini penting untuk dilakukan secara tepat oleh regu penjaga supaya dapat melempar dengan menargetkan pada bagian tubuh tim pemukul.
  • Lemparan Bola Mendatar
Untuk melakukan lemparan bola dengan teknik mendatar, pemain cukup memegang bola kasti menggunakan tangan kanan. Arahkan pandangan ke target lemparan dan posisikan tubuh secara tegak sebelum kemudian bola bisa dilemparkan dengan arah mendatar. Latihan seperti ini perlu untuk diulang sampai beberapa kali agar dapat melempar dengan baik dan tepat nantinya pada waktu bermain.
  • Lemparan Bola ke Bawah
Dalam melakukan lemparan bola kasti teknik arah bawah, peganglah lebih dulu bola kasti menggunakan tangan kanan. Sama seperti teknik sebelumnya, arah pandangan harus fokus pada target lemparan. Badan harus dalam posisi tegak dan dilanjutkan dengan melempar bola ke arah bawah; latihlah cara ini berulang kali sampai benar-benar sempurna.
  • Lemparan Bola Melambung
Dalam melakukan lemparan bola dengan teknik melambung, pegang bola kasti lebih dulu menggunakan tangan kanan. Seperti teknik lemparan lainnya, arah pandangan harus fokus pada target lemparan. Untuk teknik melempar secara melambung, badan harus dicondongkan agak ke belakang sebelum kemudian bola bisa dilemparkan ke atas yang membuat bola melambung. Supaya lebih ahli, latihlah cara melempar ini berulang kali.
  1. Teknik Memukul Bola
Teknik Memukul Bola KastiSelain teknik melempar, teknik memukul pun perlu untuk diketahui dan dipelajari dengan baik oleh setiap pemain kasti supaya tak hanya dapat melempar tapi juga ahli dalam memukul bola. Kemampuan memukul perlu dikuasai dengan baik dan berikut ini teknik-teknik yang perlu diketahui:
  • Memukul Arah Mendatar
Dalam melakukan teknik memukul bola dengan arah mendatar, pastikan untuk membentuk sikap awal dengan berdiri tegak. Kaki sebelah kiri kemudian bisa diletakkan di depan sambil pemain memegang erat pemukul menggunakan tangan kanan. Arah datang bola harus selalu diperhatikan, lalu saat waktunya tepat pukul bola secara arah mendatar.
  • Memukul Arah Bawah
Untuk teknik memukul bola ke arah bawah, pastikan untuk mengawalinya dengan sikap berdiri tegak. Kaki kiri kemudian diletakkan di depan sambil pemukul dipegang menggunakan tangan kananmu. Arah datangnya bola yang teman setim lemparkan harus terus diperhatikan dan kemudian bola tersebut bisa dipukul ke arah bawah.
  • Memukul Arah Melambung
Dalam melakukan teknik memukul dengan arah melambung, berdiri tegak adalah sikap awal yang bisa dilakukan. Lanjutkan setelahnya dengan meletakkan kaki kiri di depan sambil pemukul dipegang menggunakan tangan kanan. Pandangan pemain harus fokus pada arah datang bola yang sudah teman setim lemparkan, lalu pukul bola dengan teknik arah melambung.
  1. Teknik Berlari
Teknik BerlariPada permainan olahraga kasti pun perlu diketahui adanya teknik berlari di mana dalam permainan ini yang paling penting adalah berlari secara lurus atau berbelok-belok, keduanya penting untuk dikuasai dalam olahraga ini. Teknik ini sangat bermanfaat untuk tim pemukul dengan tujuan menghindari terkena hasil lemparan bola yang dilakukan tim penjaga.
Teknik berlari punperlu menjadi perhatian bagi para pemain kasti dan melatihnya secara serius dan berulang kali. Demi berlari secara cepat, maksimal dan mampu memperoleh nilai bagi tim, teknik satu ini perlu untuk dikuasai dengan baik. Namun, selalu hati-hati terhadap segala jenis cedera saat berlari ketika berlatih teknik berlari ini dan pastikan bahwa Anda berlatih bersama teman atau ada pelatih yang mendampingi.

  1. Teknik Menangkap Bola
Teknik Menangkap Bola KastiTeknik selanjutnya yang juga wajib untuk diperhatikan, dipelajari dan dikuasai oleh pemain kasti adalah menangkap bola. Untuk menangkap, caranya tergantung dari arah bola yang datang. Sama seperti teknik lemparan dan pukulan sebelumnya, ada 3 teknik menangkap bola untuk disimak berikut ini.
  • Menangkap Bola Mendatar
Dalam cara menangkap bola hasil lemparan atau pukulan mendatar, pemain perlu mengawali dengan posisi berdiri tegak di mana kaki kanan harus berada di depan. Pandangan fokus ke arah datang bola sambil membengkokkan siku di mana tangan juga berhadapan di dada sementara jari-jari bisa direnggangkan dan dilemaskan. Barulah setelah itu bola yang datang dapat ditangkap.
  • Menangkap Bola Arah Bawah
Untuk teknik menangkap bola yang dilempar atau dipukul dari arah bawah, ambil posisi berdiri tegak dan kaki kiri harus ada di depan. Pandangan kemudian bisa diarahkan pada datangnya bola sambil kaki kiri bersiap-siap dengan menekuknya dan lutut kaki kanan menempel pada tanah. Kedua telapak tangan diletakkan di depan kaki kanan secara saling berhadapan dan siap menangkap bola.
  • Menangkap Bola Melambung
Dalam menangkap bola yang dilempar atau dipukul dengan teknik melambung, berdirilah secara tegak sambil kaki kanan berada di depan. Pandangan kemudian bisa diarahkan pada datangnya bola lalu siku dibengkokkan sambil tangan dalam posisi berhadapan. Jari-jari tangan renggangkan dan lemaskan barulah siap menangkap bola.

Peraturan Kasti

Seperti halnya peraturan permainan baseball ataupun softball, kasti memiliki peraturannya sendiri juga untuk ditaati setiap pemain agar permainan dapat berjalan lancar. Peraturan-peraturan di bawah inilah yang perlu untuk dipahami oleh setiap calon pemain kasti.
  • Lapangan – Untuk ukuran lapangan kasti yang asli, lebarnya haruslah 70 meter, panjang 40 meter, dan 10 meter untuk bagian ruang tunggunya.
  • Wasit – Sama seperti peraturan sepak bola, bola basket dan olahraga lainnya, wasit adalah pemimpin dalam permainan kasti ini. Namun wasit tidaklah sendiri karena memiliki 3 orang penjaga garis yang membantunya berikut juga seorang pencatat waktu.
  • Jumlah pemain – Untuk jumlah pemain di setiap regunya, harus ada 12 orang di mana salah satu pemainnya harus ada yang berperan sebagai kapten tim. Pemain seluruhnya wajib untuk menggunakan nomor dada dari 1-12 yang juga ditambah dengan pemain pengganti maupun cadangan 6 orang banyaknya.
  • Waktu permainan – Permainan kasti dilaksanakan dalam 2 babak di mana tiap babak berdurasi 20-30 menit. Ada istirahat selama 15 menit diantara tiap babak.
  • Tim penjaga – Tugas utama dari tim penjaga adalah mematikan lawan, yakni dengan cara melemparkan bola ke arah pemukul atau langsung menangkap bola yang tim pemukul lambungkan dengan cara memukul. Tugas lainnya adalah dengan menempati ruang bebas apabila dalam kondisi kosong, istilah untuk hal ini adalah ‘membakar’ ruang bebas.
  • Tim pemukul – Tiap pemain kasti mempunyai hak untuk memukul sekali terkecuali pemain terakhir yang memiliki hak melakukan pukulan hingga 3 kali. Selesai memukul, pemukul wajib meletakkan alat pemukul di dalam ruang pemukul dan jika peletakannya di luar, pemain pun akhirnya tak akan memperoleh nilai, kecuali pemukul secepatnya dialihkan ke dalam ruang pemukul yang seharusnya.
  • Pelambung – Proses pelambungan bola harus dilakukan sesuai dengan permintaan si pemukul. Apabila bola yang pelambung lambungkan tak sesuai dengan permintaan pemukul, maka pemukul diperbolehkan tak memukulnya. Namun bila sudah sampai 3 kali hal ini terjadi secara berturut-turut, pemukul pun dapat menuju tiang pemberhentian yang pertama dengan cara berlari bebas.
  • Aturan memperoleh nilai – Pemain yang sukses melakukan pukulan bola harus segera lari menuju pemberhentian I, II, III, serta ruang bebas namun secara bertahap dan kemudian nilai 1 pun diperoleh tim tersebut. Sedangkan nilai 2 dapat diperoleh ketika pemain sukss berlari melalui tiang-tiang pemberhentian lalu berhasil atas pukulannya sendiri untuk kembali ke ruang bebas. Untuk tim penjaga yang mampu menangkap bola lambung secara langsung, ada nilai 1 yang bisa dikoleksi. Tentunya penentuan pemenang adalah berdasarkan pada tim yang memperoleh nilai paling tinggi atau banyak.
  • Pergantian tempat – Pergantian tempat akan diberlakukan antara tim penjaga dan pemukul apabila salah seorang pemain tim pemukul terkena lemparan bola. Kedua tim berganti tempat bila juga bola hasil pukulan tim pemukul langsung ditangkap oleh tim penjaga 3 kali secara berturut-turut. Pergantian tempat juga berlaku ketika alat pemukul lepas dari tangan si pemukul.

Perlengkapan Kasti

Seperti perlengkapan softball, kasti memiliki perlengkapan yang hampir mirip untuk digunakan dalam pertandingan. Berikut ini adalah daftar dari perlengkapan kasti yang biasa dipakai dan wajib ada.
  • Bola kasti/bola tenis. Bola harus berukuran kecil dengan warna kuning atau hijau.
  • Tongkat pemukul di mana tongkat ini biasanya terbuat dari kayu dan panjangnya adalah antara 50-60 cm.
  • Bendera kecil/keset. Bila memakai bendera, maka persiapannya adalah ada pada setiap sudut lapangan dengan ada tanda tengah lapangan.
  • Tiang hinggap. Untuk tiang hinggap sendiri pun perlu terdiri dari tuang yang sudah dipasang bendera lalu menanamkannya supaya ketika permainan berlangsung tak akan mudah tergeser atau tercabut, khususnya saat pelari memegangnya.
Itulah sedikit informasi mengenai permainan bola kasti lengkap mulai dari pengenalan teknik, peraturan bermain, hingga perlengkapan yang dibutuhkan. Kiranya dengan informasi ini, Anda dapat lebih mengenal permainan kasti secara lebih baik.

Renang gaya dada

Pengertian Renang Gaya Dada Renang gaya dada (breast stroke)  atau sering disebut  gaya katak adalah  berenang dengan posisi dada menghada...